MURKA ALLAH BAGI MUSLIM YG MERAYAKAN TAHUN BARU

TAUSIYAH MUSIBAH PESAWAT 

(Al-Quran Surat An-Nur : 43)

ISI TAUSIYAH-TAUSIYAH
  1. Musibah Pesawat di malam tahun baru
  2. Sejarah Tahun Baru 1 Januari
  3. Awas..!! Murka Allah Turun Bagi Yang Merayakan Tahun Baru
  4. Larangan Turut Serta Bersama Orang-Orang Kafir Dalam Hari Raya Mereka.
  5. Muslim Meniup Terompet…!!! Meniup Terompet adalah Perilaku Yahudi…!!!
  6. Kelompok yang Shalatnya Tidak Terangkat
  7. Ciri Orang Yang Suka Riya’
  8. Mari Merenung Sejenak”
  9. Pahala menemani Istri belanja dan jalan-jalan bisa lebih baik dari pahala iktikaf di masjid nabawi sebulan
  10. Sepuluh Sifat Wanita Tercantik Di Dunia
  11. Keuntungan Sholat Subuh & Ashar Berjamaah di Masjid
Segala puji kami panjatkan ke Hadirat Allah Swt. Serta memohon shalawat dan salam ke atas Rasul-Nya yang mulia, para sahabat dan para pengikutnya yang mempertahankan perjuangan agama yang benar.

“Ya Allah, bukalah hikmah-Mu padaku, bentanglah rahmat-Mu padaku dan ingatlah aku terhadap apa yang aku lupakan, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemurahan”

Musibah Pesawat Di Tahun Baru
Awan Cumulonimbus yang menghasilkan Petir dan Es. Allah berfirman:

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikan bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia juga menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakannya itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia dikehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (An-Nur : 43). Dari wawancara para mantan Pilot persis seperti keterangan ayat ini. MasyaaAllah..(Al-Quran mengatur kehidupan masa lalu dan kehidupan yang sekarang serta kehidupan masa yang akan datang). Mari kita tingkatkan keyakinan kita dan mengamalkan al-quran sehingga kita mendapatkan syafaat-Nya.

Sejarah Tahun Baru 1 Januari
Tahukah Anda sejarah Tahun Baru 1 Januari? "Semenjak abad ke 46 SM Raja Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai Hari Permulaan tahun. Orang Romawi mempersembahkan hari 1 Januari kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu- pintu dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah, Satu

wajah menghadap ke (masa) depan dan satu wajah lagi menghadap ke (masa) lalu". (The World Book Encyclopedia Vol.14 hal.237). Yang merayakan Malam Tahun Baru dengan cara apa pun, adalah mereka ikuti Kaum Penyembah berhala (Paganis) yang merayakan Hari Janus, dengan mengitari api unggun, meniup terompet berpesta dan bernyanyi bersama. "Peniru kaum Paganis Romawi yang telah merayakan Malam Tahun Baru atau Hari Janus". Bagi yang tidak ikut-ikutan selamatlah Anda, karna Anda tetap terus berkomitmen dengan QS. Al An'am: 161-163 : "Katakanlah (Muhammad)! 'Sesungguhnya Rabbku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia Ibrahim tidak termasuk orang orang musyrik'. "Katakanlah (Muhammad)! 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan matiku hanya-lah untuk Allah, Rabb semeseta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama berserah diri (muslim)". QS. Al An'am: 79

"Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah, yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar. Dan aku bukanlah termasuk orang orang musyrik".

Awas..!! Murka Allah Turun Bagi Yang Merayakan Tahun Baru 
Umar radhiallahu anhu mengatakan:

"Jauhilah musuh-musuh Allah pada momentum hari raya mereka" (HR. Baihaqi))
Beliau juga mengatakan, "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada momentum perayaan hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"

Sementara Abdullah bin Amr –radhiallahu anhuma- mengatakan: "Barangsiapa yang tinggal dinegeri orang ajam (non muslim) lalu turut merayakan hari raya Nairuz dan Mahrajan bersama mereka dan ikut serta turut menyerupai mereka, kemudian dia mati dalam keadaan demikian, maka pada hari kiamat kelak dia akan dibangkitakan bersama mereka" (Sunan Al Kubro jilid: 9/243)

Hari raya Nairuz merupakan perayaan tahun baru Majusi, sama seperti perayaan Tahun baru Masehi. Dan atsar-atsar diatas sangat jelas menunjukkan haramnya merayakan pesta tahun baru bagi seorang muslim.
 
“Ya Allah, bukalah hikmah-Mu padaku, bentanglah rahmat-Mu padaku dan ingatlah aku terhadap apa yang aku lupakan, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemurahan”
Berkata Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rohimahulloh:

"Dan tidak boleh bagi muslimin menghadiri hari-hari raya kaum musyrikin berdasarkan kesepakatan para ulama yg mereka merupakan ahlinya. Dan para fuqoha telah menyebutkan secara tegas dari kalangan pengikut madzhab-madzhab yang empat di dalam kitab-kitab mereka.

Dan al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari 'Umar Ibnul Khoththob rodhiallohu'anhu bahwa beliau bersabda:

"Janganlah kalian masuk menemui musyrikin didalam gereja-gereja mereka di hari raya mereka karena murka Alloh akan turun kepada mereka."

Dan 'Umar pun berkata:
“Jauhilah oleh kalian musuh-musuh Alloh di hari-hari raya mereka".
Dan al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang baik dari Abdulloh bin 'Amr bahwa beliau berkata:
"Barangsiapa yang melintasi negeri-negeri non Arab kemudian dia merayakan pesta Nairuz ⑴ mereka & Mihrojan ⑵ mereka, serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam keadaan seperti itu, maka dia akan dikumpulkan bersama mereka di hari kiamat." (Ahkam Ahlidz Dzimmah (1/723-724)
  1. Nairuz ialah pesta tahun baru yg diadakan oleh bangsa Persia yang bertepatan dengan tanggal 21 Maret (Kalender Masehi) & ini merupakan hari raya terbesar bagi bangsa Persia.
  2. Mihrojan adalah hari raya bangsa Persia yang tersusun dari 2 suku kata, yaitu Mihr yang dalam bahasa Persia berarti matahari, & kata: jan yang dalam bahasa Persia berarti kehidupan atau ruh. (Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh Al-'Ilmu) Semoga kita mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah dan Semoga bermanfaat.

Muslim Meniup Terompet…!!! Meniup Terompet Perilaku adalah Perilaku Yahudi…!!!
Apa kata Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam tentang terompe
t ?

Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshor, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai teropet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pulang dalam kondisi memikirkan agar yang dipikirkan Nabi. Dalam tidurnya, beliau diajari cara beradzan.” HR. Abu Daud no. 498 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud 6. tiga Kelompok yang Shalatnya Tidak Terangkat

Berapa tahun kita berIslam? Berapa tahun kita beribadah? Berapa banyak ibadah kita yang diterima? Berapa banyak amalan kita yang tidak diterima? Untuk yang pertama dan kedua, kita tahu. Untuk yang ketiga, wallahu a’lam. Untuk yang keempat, insyaa Allah kita dapat mengetahuinya. Bagaimana? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walaupun hanya sejengkal diatas kepalanya (tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) yaitu :

1. Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya
2. Istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya
3. Dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).”

(HR. Ibnu Majah di hasankan oleh al- Albani, al Misyakah no. 1128) Kalau Anda termasuk yang diatas, maka ketahuilah bahwa amalan Anda tidaklah di angkat. Untuk yang ketiga, ingatlah bahwa orang-orang yang beriman itu saudara, bukan hanya dari saudara kandung saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan dalam hadits riwayat Muslim yang artinya : “Pintu-pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan di ampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim) 7. tiga Ciri Orang Yang Suka Riya’

Riya’ ialah seseorang melakukan suatu kebaikan atau meninggalkan suatu keburukan dengan niat dan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh manusia. » Riya’merupakan Syirik Kecil yg paling ditakutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menimpa umatnya. Hal ini berdasarkan sabda beliau: “Sesungguhnya sesuatu (dosa) yg paling aku takutkan akan menimpa kalian adalah Syirik Kecil.” Maka mereka (para sahabat) bertanya: “Apa yg dimaksud Syirik Kecil itu?” Beliau jawab: “(Syirik Kecil itu) adalah RIYA’. Allah berkata pd hari Kiamat apabila Dia telah memberikan balasan trhdp amal perbuatan manusia; “Pergilah kalian kpd orang-orang yg dulu sewaktu di dunia kalian berbuat riya’ (pamer) kpd mereka. Lalu lihatlah, apakah kalian mendapatkan balasan (atas perbuatan kalian) di sisi mereka?”. (HR. Ahmad di dlm Al-Musnad V/428 no.429, dgn sanad Hasan). Riya’ merupakan ciri karakter orang munafik dlm setiap amal sholih yg mereka kerjakan. Hal ini berdasarkan firman Allah (yg artinya): “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (degan Shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa':142).

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Salah satu ciri orang munafik adalah menggandrungi pujian & membenci celaan/kritikan.” (Lihat Kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 51). » Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Orang yg suka riya’ (pamer dan tidak ikhlas dlm beramal) memiliki 3 ciri (yaitu):
1. Apabila sendirian, maka dia menjadi pemalas.
2. Apabila berada di tengah orang-orang, ia semakin bertambah semangat.
3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang (karena melakukannya).
(Lihat Al-Kabaa’ir, imam Adz-Dzahabi hal.145). 

“Mari merenung sejenak”
 
Sungguh Allah telah memuliakan kita dengan Islam.
Kita pun memiliki momentum perayaan sendiri yang lebih baik dari hari raya mereka. Tidak pantas bagi umat pilihan turut serta dalam perayaan hari besar non muslim. Karena hal tersebut merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) yang dilarang. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu".
Maukah anda menjadi bagian orang-orang yang di murkai Allah.?
Padahal Allah azza wa jallah berfirman:

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran : 85)
Tahun baru bukan saja sekadar tiupan terompet, tapi soal aqidah yang tergadaikan.

Pahala menemani Istri belanja & jalan-jalan bisa lebih baik dari pahala iktikaf di masjid nabawi sebulan

"Pa, belanja yuk, kebutuhan rumah udah habis ni"
"Abi,jalan-jalan yuk, ke pantai, udah lama banget gak ke pantai"
"Ayah, anak-anak mau maen-maen ke kebun binatang, udah pada hapal lho"
Jika kita jalan menemani teman kita untuk memenuhi kebutuhannya (misalnya menemani beli laptop di pameran), jika ikhlas, pahalanya bisa lebih besar dari iktikaf sebulan di masjid Nabawi"
Maka apalagi pergi menemani istri dan anak-anak, mereka yang paling berhak di antara kaum muslimin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beri'tikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan.”(HR. Ath-Thabarani, shahih)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah berkata,“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, menfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib).” yang herannya ada yang jika keluar pergi menemani temannya, sangat semangat,tetapi istri dan anak-anak jarang ditemani dan diperhatikan. padahalistri adalah yang paling berhak mendapatkan kebaikan dari suami.

Note: bagi para suami usahakan luangkan waktu untuk mengajak anak dan Istri jalan-jalan atau waktu untuk bercanda, bagi para Istri semoga bisa memahami kalau terkadang suami sibuk dengn pekerjaan dan dakwah (jangan jadi dalil buat sering-sering nagajak shooping dan jalan-jalan ya) semoga kita selalu bisa menerapkan ilmu kita. 10. Sepuluh Sifat Wanita Tercantik Di Dunia
  1. Seorang wanita yang menghapal Al-Qur’an dan melaksanakan hukum-hukum yang ada di dalamnya. 
  2. Seorang wanita yang menjadikan wanita-wanita sahabat Nabi sebagai suri tauladan dalam  kehidupannya.
  3. Seorang wanita yang tidak menoleh kepada seruan apa saja, dari sana sini! yang mengajaknya untuk meninggalkan kehormatan, kesucian dan rasa malunya.
  4. Seorang wanita yang menunaikan kewajibannya dalam berbagai sisi kehidupan.
  5. Seorang wanita yang taat kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf dan menjadi teman dan penolongnya dalam kebaikan.
  6. Seorang wanita yang menahan diri dari kenikmatan tidur untuk berdiri di hadapan Robb-nya, menegakkan sholat dan memohon pahala dan ganjaran kepada-Nya.
  7. Seorang wanita yang menunaikan puasa sunnah, mengharap keridhoan, cinta dan keberkahan dari Robb-nya.
  8. Seorang wanita yang menjaga lisannya dan tidak merendahkan kehormatan orang lain.
  9. zeorang wanita yang tidak melihat kepada apa yang Allah Ta’la haramkan.
  10. Seorang wanita yang mengedepankan suami, anak-anak, harta serta jiwanya di jalan Allah Ta’la dan dalam rangka pembelaan terhadap agamanya. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada wanita muslimah di mana saja berada.
  11. Keuntungan Sholat Subuh & Ashar Berjamaah di Masjid
“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka dan dia lebih tahu tentang mereka “Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’

Mereka menjawab, ’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat” (HR.Bukhari) Sudahkah anda mempersiapkan jawabannya? Dari Abu Barzah Al-Aslamy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara:

(1) tentang umurnya, pada hal apa dia habiskan,
(2) tentang ilmunya, bagimana dia beramal dengannya,
(3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan pada untuk apa dia belanjakan
(4) tentang jasadnya, apa yang telah dia lakukan.”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ad-Darimy, Abu Ya’lâ, Al-Baihaqy dalam Al-Madkhal dan selainnya. Lafazh hadits milik Al-Baihaqy.
Email : johnhendri_dp@yahoo.com

Related Posts:

2 Responses to "MURKA ALLAH BAGI MUSLIM YG MERAYAKAN TAHUN BARU "

  1. Sesungguhnya Islam adalah agama yang berisi peringatan kebenaran mengenai hari dimana amal perbuatan dihisab pada hari Kiamat

    ReplyDelete
  2. Janganlah Acuh dengan peringatan. Bertaubatlah wahai manusia. Jangan Lalai... Sungguh ALLAH MAHA MELIHAT hamba-hambaNya.. Ingatlah ! Jangan merayakan tahun baru masehi.

    ReplyDelete